GLOSARIUM
1. TEKNIK METALURGI
DAN MATERIAL
Teknik Metalurgi
adalah bidang ilmu keteknikan yang membahas tentang proses pengolahan mineral
(termasuk pengolahan batubara), proses ekstraksi logam dan pembuatan paduan,
hubungan perilaku sifat mekanik logam dengan strukturnya, proses penguatan
logam serta fenomena-fenomena kegagalan dan degradasi logam. Sedangkan Teknik
Material adalah bidang ilmu keteknikan yang membahas tentang sifat-sifat bahan
dan hubungan antara struktur bahan dan sifatnya serta mempelajari tentang
desain berbagai jenis material (logam, plastik, keramik, komposit) untuk
aplikasi tertentu. Metalurgi didefinisikan sebagai suatu ilmu
yang mempelajari karakteristik/sifat/perilaku logam, ditinjau dari sifat
mekanik (kekuatan, keuletan, kekerasan, ketahanan lelah, dsb.), fisik
(konduktivitas panas, listrik, massa jenis, magnetik, optik, dsb.), kimia
(ketahanan korosi, dsb.) dan teknologi (kemampuan logam untuk dibentuk,
dilas/disambung, dimesin, dicor dan dikeraskan). Teknik Material adalah mengenai teknik proses
atau fabrikasi (pengecoran, pengerolan, pengelasan, dan lain-lain), teknik
analisa, kalorimetri, mikroskopi optik dan elektron, dan lain-lain), serta
analisa biaya atau keuntungan dalam produksi material untuk industri.
PROSPEK LULUSAN TEKNIK METALURGI DAN MATERIAL
Lulusan Teknik Metalurgi dan Material dapat bekerja pada berbagai bidang diantaranya adalah :
Lulusan Teknik Metalurgi dan Material dapat bekerja pada berbagai bidang diantaranya adalah :
a) Bidang
Industri Pertambangan (PT. Freeport Indonesia, PT. Aneka Tambang, PT. Timah,
PT. Newmont Nusa Tenggara, industri semen, pengolahan mineral bahan keramik dan
bahan refraktori)
b) Bidang
Industri Ekstraksi Dan Peleburan Logam (PT. INCO, PT. Aneka Tambang, PT. Timah,
PT. Inalum, PT. Krakatau Steel, industri pengolah emas-perak, dll)
c) Bidang
Industri Manufaktur (industri pengecoran logam, industri otomotif, pesawat
terbang, kereta api, perkapalan, industri pembuatan mesin dan komponen)
d) Bidang
Industri Perminyakan Dan Gas (pada bidang ini, lulusan Teknik Metalurgi dan
Material dapat menduduki posisi sebagai corrosion
engineers, pipeline risk & assessment, dan metallurgical failure analyst)
e) Bidang Lembaga
Penelitian, Akademisi, dan Pemerintahan
f) Dan Bidang
Lain (Mikroelektronik, konsultan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Pembangkit
Energi Listrik)
2. TEKNIK ELEKTRO
Disiplin ilmu
Teknik Elektro pada dasarnya mempelajari teknologi perancangan suatu sistem
maupun sub sistem menggunakan piranti elektronis sehingga bermanfaat untuk
membantu pekerjaan-pekerjaan yang sulit dilakukan manusia.Teknik Elektro
mempelajari pemanfaatan gejala-gejala alam terutama sifat-sifat elektron yang
disebut dengan kelistrikan yang kemudian diaplikasikan dalam hubungannya dengan
teknologi, termasuk juga hubungannya dengan fungsi listrik itu sendiri.
mahasiswa juga akan mempelajari landasan pengetahuan teknologi kelistrikan
mencakup tentang energi, informasi, dan isyarat
PROSPEK
LULUSAN TEKNIK ELEKTRO
Lulusan Teknik
Elektro dapat bekerja di berbagai bidang industri, misalnya di pembangkitan,
transmisi, distribusi tenaga listrik (Perusahaan Listrik Negara atau Perusahaan
Listrik Swasta, industri besar), industri perancang/penghasil komponen
listrik/elektronika, industri-industri pada umumnya yang sarat dengan
mesin-mesin listrik, instrumentasi, pengaturan (control system), pusat komputer
dan jaringannya, BUMN (PT. LEN, PT. Telkom, IPTN, PT. Indosat, PT. INTI, dll.),
industri jasa telekomunikasi (termasuk operator seperti Telkomsel, Indosat,
dll), industri peralatan telekomunikasi (contoh: Sony Ericsson, Nokia, Nortel,
dll.), industri elektronika konsumen, perminyakan, dan sebagainya.
3. TEKNIK GEOLOGI
Teknik Geologi
adalah suatu ilmu yang mempelajari dan mengembangkan pengetahuan yang berkaitan
dengan kebumian seperti, bentuk muka bumi, material penyusun bumi, jenis
batuan, sifat-sifat fisika dan kimia, bentuk batuan, proses pembentukannya dan
sejarah bumi serta geologi terapannya seperti Geologi Minyak dan Gas Bumi,
Geologi Teknik, Hidro Geologi, Geologi Tata Lingkungan, Geologi Tambang dan
lain-lain. Pada Teknik Geologi yang dipelajari adalah segala sesuatu yang
berhubungan dengan bumi sebagai obyek, dengan ruang lingkup yang luas, misalnya
batuan dan mineral, minyak dan gas bumi, gunung api dan panas bumi, atau
struktur bumi, gempa bumi, maupun proses dipermukaan seperti erosi, pengendapan
dan perubahan lain terhadap batuan.
PROSPEK LULUSAN TEKNIK
GEOLOGI
Lulusan Teknik Geologi
dapat bekerja di sektor pemerintah/departemen maupun swasta.
a) Sektor Swasta
(Lembaga Swadaya Masyarakat, Konsultan, Kontraktor, Perusahaan Minyak,
Perusahaan Pertambangan, Perusahaan Geoservices, Suplier, Perbankan, serta
Pengembang pemukiman, dll
b) Sektor
Pemerintah (Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, Menteri Negara Lingkungan
Hidup, BPPT, Bappedal, Bapedalda, Departemen Dalam Negeri, LIPI, dll)
4. TEKNIK GEOMATIKA
Teknik
Geomatika adalah bidang ilmu modern yang mengintegrasikan pengumpulan,
pemodelan, analisis dan manajemen data spasial (berbasis lokasi). Data
spatial didapat melalui pengukuran terestris, laut, wahana angkasa dan
sensor-sensor satelit dengan beracuan pada kerangka dasar Geodesi. Termasuk
juga proses transformasi data spasial dari berbagai sumber pengukuran ke dalam
suatu sistem informasi dengan karakteristik ketelitian yang terdefinisi dengan
baik.
Bidang geomatika antara
lain mencakup bidang :
1. laser scanning udara dan darat.
2. digital terrain model.
3. geodesi.
4. sistem
informasi geografis.
5. data
geospasial.
6. Global Positioning System.
7. hidrografi.
8. matematika
geodesi.
9. navigasi.
10. jaringan
kontrol.
11. fotogrametri.
12. posisi/lokasi.
13. penginderaan jauh.
14. pengukuran
tanah.
15. nirkabel lokasi
PROSPEK LULUSAN TEKNIK GEOMATIKA
Institusi Negeri :
- Badan Pertanahan Nasional (BPN)
- Departemen Pertambangan
- Departemen Kimpraswil (PU)
- Bappeda, Departemen Perkebunan
- Lapan
Institusi Swasta :
- Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan (PT. Timah, PT. Krakatau Steel, Thiess, Adaro)
- Perkebunan Kelapa Sawit
- Perusahaan yang bergerak di bidang survey dan pemetaan
- Peruhaan minyak dan gas (Schlumberger)
- Perusahaan pemotretan udara dan lidar
- Perusahan yang bergerak di bidang penginderaan jauh dan sistem informasi geografik (SIG)
- Badan Pertanahan Nasional (BPN)
- Departemen Pertambangan
- Departemen Kimpraswil (PU)
- Bappeda, Departemen Perkebunan
- Lapan
Institusi Swasta :
- Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan (PT. Timah, PT. Krakatau Steel, Thiess, Adaro)
- Perkebunan Kelapa Sawit
- Perusahaan yang bergerak di bidang survey dan pemetaan
- Peruhaan minyak dan gas (Schlumberger)
- Perusahaan pemotretan udara dan lidar
- Perusahan yang bergerak di bidang penginderaan jauh dan sistem informasi geografik (SIG)
http://sv.ugm.ac.id/
5. TEKNIK INDUSTRI
Teknik
Industri merupakan suatu disiplin ilmu gabungan dari ilmu keteknikan dan ilmu
manajemen yang mempelajari tentang perancangan, penginstalan, dan perbaikan
serta pengembangan suatu sistem yang integral yang terdiri dari manusia, material,
peralatan, energi, dan informasi agar tercapai prosedur operasi/kerja sistem
yang efektif dan efisien.Teknik Industri merupakan gabungan dari ilmu
matematika, fisika, pengetahuan teknik dan aktivitas bisnis seperti system
pemasaran, keuangan, pengembangan sumber daya manusia dan lain-lain, yang
fundamental dengan prinsip-prinsip dan metode-metode dari desain dan analisis
keteknikan.Pada dasarnya, ilmu Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga
bidang keahlian, yaitu :
1.
Sistem Manufaktur. Bidang ini memanfaatkan pendekatan Teknik Industri untuk
peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral (manusia,
mesin, material, energi, dan informasi) melalui proses perancangan,
perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan
menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya.
2.
Bidang keahlian Manajemen Industri. Bidang ini cenderung bergerak ke arah
persoalan-persoalan yang bersifat makro dan strategis. Persoalan yang dihadapi
seringkali sudah tidak ada lagi bersangkut-paut dengan problem yang timbul di
lini produksi (sistem produksi) ataupun manajemen produksi/industri; melainkan
sudah beranjak ke persoalan diluar dinding-dinding pabrik.
3.
Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi. Bidang ini memanfaatkan
pendekatan Teknik Industri untuk meningkatkan daya saing sistem integral
(tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur)
yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah.
PROSPEK LULUSAN TEKNIK INDUSTRI
Seorang lulusan Teknik Industri memiliki prospek kerja di bidang yang sangat luas antara lain adalah :
Seorang lulusan Teknik Industri memiliki prospek kerja di bidang yang sangat luas antara lain adalah :
1. Bidang
produksi/ operasi dan penjaminan mutu
2. Bidang
teknologi informasi
3. Bidang
pemasaran/manajemen bisnis
4. Bidang
industri manufaktur
5. Bidang
konsultasi manajemen
6. Bidang
manajemen sumber daya manusia
7. Bidang
pendidikan (dosen/peneliti)
6. TEKNIK GEOFISIKA
Teknik Geofisika adalah ilmu yang
mempelajari aspek-aspek fisik dan dinamik bumi, lalu bagaimana melakukan
pengukuran dan melakukan pemrosesan data mengenai gejala-gejala alam tersebut.
Pada Teknik Geofisika dikembangkan teknologi untuk pemanfaatan sumberdaya bumi
dan lingkungan alam, selain itu teman-teman akan belajar pula tentang mitigasi
bencana kebumian. Pada program studi Teknik Geofisika terdapat empat kelompok besar
studi yaitu eksplorasi sumberdaya bumi; reservoar; imaging dan pengolahan data;
dan teknik dan lingkungan.
Berbagai hal yag menarik kerapkali terjadi pada bagian bumi tanpa
kita sadari. Contohnya saja, lempengan-lempengan pembentuk bumi ini ternyata
tidak statis, tapi bergerak dan melakukan pergeseran secara pelan-pelan. Kita
memang tidak menyadarinya karena pergeserannya yang sangat tidak kentara, tapi
setiap tahun ternyata ada perubahan posisinya. Lalu kenapa ada daerah di bumi
yang dinyatakan rawan gempa dan kenapa ada yang tidak. Bagaimana persebaran
titik-titik rawan gempa tersebut. Nah, pada program studi Teknik Geofisika ini
akan dipelajari hal tersebut.
PROSPEK LULUSAN TEKNIK GEOFISIKA
Seorang
sarjana Teknik Teknik Geofisika memiliki prospek kerja yang sangat luas di
dalam maupun di luar negeri, antara lain:
1.
Instansi
pemerintah :
a.
LIPI (Pusat
Penelitian Geoteknologi, Pusat Penelitian Fisika Terapan)
b.
BPPT
c.
BMG (Badan
Meteorologi dan Teknik Geofisika)
d.
Lemigas
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi)
e.
Pertamina
f.
Departemen
Energi dan Sumber Daya Mineral (Direktorat Volkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral, Pusat Penelitian dan
Pengembangan Geologi)
g.
Departemen
Pekerjaan Umum
h.
Aneka Tambang
2.
Swasta : Bidang eksplorasi, eksploitasi, akuisisi data, pemrosesan data
Teknik Geofisika, konsultan, dsb. misalnya di beberapa perusahaan seperti :
a.
Caltex
Pacific Indonesia ‘
b.
Elnusa
Geosains ‘
c.
Medco Energy
‘
d.
UNOCAL ‘
e.
British
Petroleum ‘
f.
Freeport’
g.
Geoservices
Sumber : funandfuture.byethost16.com/DATA/ITB.pdf
7. TEKNIK GEODESI
Teknik Geodesi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang bentuk dan ukuran
bumi baik di daratan maupun di lautan serta penggambaran rupa bumi atau yang
lebih dikenal dengan pemetaan. Dalam bahasa yang berbeda, Teknik Geodesi
merupakan cabang dari matematika terapan yang melakukan pengukuran dan
pengamatan posisi yang pasti dari titik-titik di muka bumi serta ukuran dan
luas dari sebagian besar muka bumi, bentuk dan ukuran bumi, dan variasi gaya
berat bumi. Namun kini perkembangan teknologi komputer digital membuat Teknik
Geodesi berkembang ke arah Geomatika/Geoinformatika, yang mengacu kepada
pendekatan terpadu dari pengukuran, analisis, pengelolaan, penyimpanan serta
penyajian deskripsi dan lokasi dari data yang berbasis muka bumi (umumnya
disebut data spasial). Dalam Teknik Geodesi mahasiswa akan belajar
mendeskripsikan permukaan bumi dan laut secara grafik, digital, atau yang
lainnya mengenai sumber daya dan lingkungannya.
PROSPEK LULUSAN TEKNIK
GEODESI
Secara garis besar,
lulusan Teknik Geodesi dapat bekerja di berbagai bidang yaitu :
1.
Lembaga Pemerintahan (Badan Pertanahan Nasional, Badan Koordinasi Survey dan
Pemetaan Nasional, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bappeda,
Departemen Pertambangan dan Energi, Departemen Kehutanan, Departemen
Perhubungan, Kimpraswil, Departemen PU, Bappeda, Bappenas, Pertambangan, BPN,
Bakosurtanal, Lembaga Riset (BPPT, LIPI), dan lain-lain).
2.
Industri Swasta (Surveyor Indonesia, PT Aneka Tambang, PT Timah, Freeport,
Pertamina, Caltex, Total Indonesia, Slhumberger, Kontraktor Bangunan (WiKa,
Konsultan Teknik, dan lain-lain).
8. TEKNIK PERTAMBANGAN
Teknik
Pertambangan adalah suatu disiplin ilmu keteknikan/rekayasa yang mempelajari
tentang bahan galian/sumberdaya mineral, minyak, gas bumi, dan batubara mulai
dari penyelidikan umum (propeksi), eksplorasi, penambangan (eksploitasi),
pengolahan, pemurnian, pengangkutan, sampai ke pemasaran sehingga dapat
dimanfaatkan oleh manusia. Kerekayasaan dalam Teknik Pertambangan mencakup
perancangan, eksplorasi (menemukan dan menganalisis kelayakan tambang), metode
eksploitasi, Teknik Pertambangan (menentukan teknik penggalian, perencanaan dan
pengontrolannya) dan pengolahan bahan tambang yang berwawasan lingkungan.
Teknik Pertambangan mempunyai 2 (dua) opsi jalur pilihan, yakni Tambang
Eksplorasi dan Tambang Umum. Pada tambang eksplorasi, pendidikan yang diberikan
bersifat komprehensif dalam segala aspek dari kegiatan eksplorasi penambangan.
Sedangkan pada tambang umum, bidang kajian mencakup sebagian aktivitas tahap
pra penambangan, yaitu berkaitan dengan pemilihan metode penambangan dan
kebutuhan fasilitas/sarana dan prasarana, design & engineering, developing,
serta aktivitas tahap penambangan (pemberaian, pemuatan, pengangkutan dan
pengendalian biaya)
PROSPEK LULUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
Sarjana teknik pertambangan di Indonesia umumnya dibutuhkan pada bidang :
Sarjana teknik pertambangan di Indonesia umumnya dibutuhkan pada bidang :
a) Pemerintahan
(Departemen Pertambangan dan Energi, Departemen Dalam Negeri, Departemen
Perdagangan, Perbankan, Departemen Perindustrian, dan sebagainya)
b) Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) (Pertamina, Perum Gas Negara, PLN, PT. Timah, dll)
c) Perusahaan
swasta (Persero batubara, PT. Aneka Tambang, Mobil Oil, UNION OIL Indonesia,
PT. INCO, PT. Semen Tonasa, PT. Bosowa Mining, PT. Hemako, PT. Freeport, PT.
Berau Coal, PT. Tambang Aspal Butonb KODECO dan sebagainya)
d) Wiraswasta
(Lulusan Teknik Pertambangan dapat berwiraswasta dalam perusahaan pemboran air
tanah, minyak dan gas bumi)
e) Akademisi dan
Lembaga Penelitian (dosen pada peguruan tinggi negeri maupun swasta, LIPI,
BPPT, dll)
9. TEKNIK PERKAPALAN
Teknik Perkapalan
adalah suatu disiplin ilmu keteknikan yang mempelajari sebuah sistem kerja
kapal yang menyangkut perencanaan dan pembangunan sebuah kapal mulai dari
bentuk badan kapal dan rencana umum, kebutuhan daya mesin, struktur dan
stabilitas, serta pengoperasian kapal yang sudah jadi untuk memenuhi kebutuhan
manusia dalam hal sarana transportasi. Ilmu Teknik Perkapalan juga diterapkan
dalam perkembangan bahari/kelautan di Indonesia, antara lain digunakan sebagai
eksplorasi hidrokarbon laut, fishing (pemancingan, red), rekreasi laut, dan
juga transportasi. Mahasiswa Teknik Perkapalan dididik agar memiliki
pengetahuan dan ketrampilan professional yang mampu mengawaki galangan kapal,
baik sebagai tenaga struktural (Manager, Factory Assistant, dan lain-lain) maupun tenaga
fungsional (Marine
Surveyor, Supervisor, Welding Inspector, Welding Engineer, dan lain-lain).Keahlian yang diberikan
kepada mahasiswa Teknik Perkapalan meliputi keahlian perencanaan kapal yang
juga termasuk teori bangunan kapal, seperti: hidrostatik, stabilitas, trim,
peluncuran dan lain-lain. Dan juga keahlian dalam bidang kekuatan, struktur
serta teknologi pembangunan dan reparasi kapal, serta keahlian tambahan
lainnya.Bidang keahlian tersebut antara lain adalah: Teknik Perencanaan dan
Transportasi Laut, Konstruksi dan Kekuatan, Hidrodinamika, dan Teknik Produksi
Kapal.
PROSPEK
LULUSAN TEKNIK PERKAPALAN
Adapun bidang/keahlian
yang berkompeten dengan Teknik Perkapalan diantaranya adalah:
a)
Tenaga ahli untuk bidang perencanaan, pembangunan,
perbaikan kapal dan alat apung lainnya pada industri maritim.
b)
Pemilik maupun pengawas pada perusahaan pelayaran.
c)
Quality Surveyor pada pengerjaan
digalangan kapal nasional maupun internasional.
d)
Perencana dan konsultan pembangunan kapal.
e)
Tenaga ahli perkapalan dilingkungan Direktorat
Jenderal Perhubungan Laut.
f)
Tenaga ahli pada laboratorium teknik perkapalan.
g)
Tenaga edukatif pada perguruan tinggi dan Sekolah
Menengah Kejuruan.
h)
Tenaga ahli pada industri mesin-mesin dan peralatan,
serta industri penunjangnya.
i)
Inspector ataupun Quality Control pada pengerjaan
digalangan kapal.
10. AERONOTIKA DAN ASTRONOTIKA
Aeronotika dan Astronotika
merupakan suatu program bidang studi yang mempelajari bidang keilmuan yang
berkaitan dengan bidang kedirgantaraan, seperti perancangan, pembuatan dan
pengoperasian pesawat terbang serta wahana antariksa lain. Program Studi ini
dahulu dikenal dengan nama Teknik Penerbangan. Aeronotika dan Astronotika
menjadi sangat menarik karena adanya dua tantangan utama yang harus dihadapi
yaitu :
a.
Lingkungan
fisik penerbangan yang sangat banyak jenisnya, bervariasi yaitu mencakup udara
dan angkasa luar.
b.
Persayaratan
fisik rancang bangun pesawat terbang yang saling kontradiktif antara satu
dengan lainnya, misalnya strukturnya harus ringan tapi kuat sehingga memerlukan
kompromi optimasi yang sangat ketat.
Melalui kedua alasan diatas ilmu Aeronotika dan Astronotika
berkembang menjadi suatu disiplin terpadu yang berkembang dari
disiplin-disiplin ilmu teknik fisika, mesin, material, kimia, elektro,
informatika dan sebagainya.
PROSPEK LULUSAN AERONOTIKA DAN
ASTRONOTIKA
Secara umum, terdapat dua sektor
lapangan kerja bagi lulusan Program Studi Aeronotika dan Astronotika di
Indonesia, yaitu sektor industri kedirgantaraan dan sektor lembaga penerbangan.
1.
Sektor industri kedirgantaraan meliputi :
a.
industri
manufaktur (PT. DI)
b.
industri
komponen kedirgantaraan, baik komponen-komponen avionika/optronika (LEN, PT.
INTI ), hidrolika/landing-gear, maupun komponen standar.
c.
industri
jasa, yang meliputi jasa perawatan (ACS-PT.DI, GMF-AeroAsia, INDO-PELITA, MMF,
Koharmat-AU), jasa angkutan udara (airlines, air charter, seperti PT. GIA, PT.
MNA, dll.), maupun jasa telekomunikasi satelit (Satelindo, PSN, Telkom,
Kohanudnas).
2.
Sektor lembaga penerbangan yang juga membutuhkan sarjana Aeronotika dan
Astronotika, meliputi :
a.
lembaga
penelitian (Puspiptek/BPPT, Dislitbang AU, LAPAN).
b.
lembaga
pendidikan (ITB, AAU, Sekbang-AU, dll.)
c.
lembaga
pemerintahan (Departemen Perhubungan).
Mengingat industri kedirgantaraan
merupakan industri global, kesempatan juga terbuka untuk memasuki pasar tenaga
kerja internasional. Beberapa lulusan Program Studi ini saat ini bekerja di
industri manufaktur pesawat dunia, seperti Embraer, Brasil; Boeing, Amerika
Serikat; de Havilland, Canada dan juga Airbus, Eropa (Perancis, Jerman dan
Inggris). Beberapa lulusan lain bekerja di industri jasa penerbangan
internasional seperti Cathay Pacific dan Air Asia, serta di lembaga
penelitian/pendidikan luar negeri, seperti NLR, Belanda; NTU, Singapura.
Di samping lapangan kerja dalam bidang penerbangan di atas,
lulusan Aeronotika dan Astronotika juga dapat bekerja di bidang-bidang
engineering lainnya seperti industri otomotif, industri konstruksi umum, oil
company, teknologi informasi, konsultan teknik dll.
Labels: glosarium